Loading Events
This event has passed.

Indonesia memiliki wilayah yang luas dan banyak potensi yang belum dimanfaatkan. Dengan banyaknya lahan dan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia, apabila dikelola dengan baik maka dapat memajukan perekonomian negara. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara itu, dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Salah satu alternatif cara menghimpun dana untuk pembangunan tersebut adalah dengan menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Datangnya investasi asing memiliki manfaat yang besar, seperti mendukung penelitian teknologi, meningkatkan pendapatan negara, menyerap tenaga kerja, dan memacu pembangunan. Dan dengan dibukanya pintu untuk penanaman modal asing ini juga berarti dibutuhkan pula perangkat hukum yang mengatur pelaksanaannya agar tidak justru berdampak negatif bagi negara.

Salah satu kebijakan hukum yang utama mengenai penanaman modal asing adalah Pasal 5 ayat (2) UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang mewajibkan penanaman modal asing dalam bentuk perseroan terbatas berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di wilayah Indonesia, kecuali ditentukan lain dalam undang-undang.

Lantas apa saja syarat untuk mendirikan perusahaan penanaman modal asing (PMA) ini? Apa saja perbedaannya dengan perusahaan lain yang bukan PMA? Dan apa potensi masalah-masalah yang dapat terjadi dalam penanaman modal asing? Pengetahuan mengenai hal-hal ini diperlukan untuk dapat melaksanakan dan memfasilitasi penanaman modal asing dengan baik dan sukses.

Oleh sebab itu, Pusat Pengembangan Hukum dan Bisnis Indonesia (PPHBI) menyelenggarakan Legal Short Course dengan tema “Penanaman Modal Asing dan Relevansinya dalam Dunia Perseroan Terbatas”  yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Maret 2019 pukul 09:00 – 17:15 WIB, di Ashley Hotel Jakarta Jl. KH. Wahid Hasyim 73-75 Menteng, Jakarta 10350 yang mana pemaparannya akan dipaparkan oleh :

Materi dan Pembicara

Sesi

Materi

Pembicara

PERTAMA

Pemahaman dasar tentang PMA:
-kebijakan tentang PMA dan yang terkait
-bentuk skema kerjasama
-PMA vs PMDN
-Nominee arrangement vs Nominee agreement
-perjanjian Joint Venture dalam PMA

Dr. Riyatno, SH, LL.M

KEDUA

-Bentuk perizinan yang diperlukan dan yang perlu diperhatikan dalam PMA: Daftar Negatif Investasi, pemilikan tanah untuk kegiatan PMA, dan posisi Direktur yang diisi oleh WNA
-Prosedur pengajuan pendirian perusahaan PMA, termasuk penggunaan OSS dan permasalahannya

David Kairupan, SH, LL.M

KETIGA

-Prosedur Merger, Konsolidasi dan Akusisi Perusahaan PMA
-Dispute settlement dalam permasalahan PMA (apabila terjadi pecah kongsi, pengadilan yang berwenang, dan pilihan forum APS)

Yohanes Aples, SH, LL.M, MbiAm

Poin-poin manfaat:
-Mengetahui dan memahami kebijakan-kebijakan mengenai PMA
-Familiar dengan perizinan PMA dan mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan
-Memiliki pemahaman mengenai cara menyelesaikan sengketa dalam pelaksanaan PMA

Nilai investasi bagi tiap peserta yang hadir sebesar :
Rp 2.800.000,- untuk umum
Rp 2.550.000,- untuk Advokat (dibuktikan dengan Kartu Tanda Advokat)
Rp 2.300.000,- untuk Akademisi (dibuktikan dengan Kartu Tanda Akademisi)

Dapatkan harga Early Bird (bayar dan daftar sampai 22 Maret 2019) :

  • DISCOUNT 20% – pembelian satuan (voucher tidak berlaku)
  • BUY 2 GET 3 – pembelian berlaku untuk 3 orang (voucher tidak berlaku)

Para peserta mendapatkan : sertifikat, seminar kit, modul dalam bentuk soft copy dan hard copy, coffee break, dan lunch.

Pendaftaran dan pembayaran paling lambat Jumat tanggal 22 Maret 2019, disetor melalui :

  • Bank UOB, Cabang Mangga Dua, No. Rekening: 412 300 5087; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.
  • Bank BCA, Cabang Sentral Cikini No. Rekening: 878 020 2298; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.