Loading Events
  • This event has passed.

Pembiayaan proyek, atau lazim dikenal sebagai project financing, adalah satu jenis skema pembiayaan jumlah besar, dan umumnya untuk jangka panjang. Dalam suatu skema pembiayaan proyek, biasanya terdapat sekelompok investor yang kemudian bertindak sebagai penanam saham (shareholder) dari sebuah perusahaan yang baru dibentuk yang kemudian dikenal sebagai entitas bertujuan khusus (special purpose entity atau special purpose vehicle, disingkat SPV). Perusahaan SPV ini kemudian diharapkan mendesain, membangun, serta mengelola suatu proyek infrastruktur.

Untuk mempertegas, Stefano Gatti (2013) memberi definisi bahwa pembiayaan proyek adalah suatu bentuk pembiayaan yang diberikan tidak atas dasar kelayakan kredit dari para perusahaan sponsornya (para pemegang saham dari SPV tersebut), dan tidak pula bergantung pada nilai aset yang dimiliki oleh para sponsor tersebut. Justru, pemberian pembiayaan proyek bergantung pada kemampuan dari proyek tersebut (baca: SPV) untuk melakukan pembayaran kembali (repayment) atas utang, yang biasanya berkaitan dengan bagaimana proyek tersebut kemudian menghasilkan arus kas (cash flow).

Dalam hal ini, terdapat beberapa ciri utama dari pembiayaan proyek:
Pembiayaan diberikan pada, dan dinilai atas dasar, dari sebuah entitas yang didirikan hanya untuk proyek tersebut (ad hoc), yaitu SPV
Pembiayaan termasuk highly-leveraged atau memanfaatkan utang (pinjaman) dalam jumlah besar, yang jumlahnya bisa mencapai hingga 65%-80% dari nilai proyek

Nilai proyek sangat besar sehingga sulit untuk ditanggung oleh satu bank saja
Dengan demikian, pembiayaan umumnya disediakan dengan melibatkan lebih dari satu lembaga pembiayaan
Jangka panjang, dapat mencapai lima belas hingga puluhan tahun
Siapapun yang memberikan fasilitas pembiayaan, misalnya bank, tidak memiliki hak regres, atau memiliki hak regres (recourse) yang sangat terbatas kepada para perusahaan sponsor, karena penyedia pembiayaan bergantung pada kelayakan SPV, dan keterlibatan para sponsor sebetulnya sangat terbatas
Arus kas yang dihasilkan oleh perusahaan SPV ini harus cukup membiayai baik kebutuhan operasional proyeknya, dan juga penting untuk melakukan pembayaran kembali atas utang pembiayaan beserta bunganya. Maka penghasilan dari perusahaan SPV akan semula digunakan untuk operasional dan pembayaran utang, dan jika terdapat sisa, baru dapat dimanfaatkan sebagai dividen untuk dibayarkan kepada sponsor.

Oleh sebab itu, Pusat Pengembangan Hukum dan Bisnis Indonesia (PPHBI) menyelenggarakan Legal Short Course dengan tema “Aspek Hukum Pembiayaan Proyek Jasa Konstruksi” yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at, ​​13 Juli 2018 Pukul 09:30 – 17.​​30 WIB, ​di ​​Ashley Hotel Menteng Jakarta, Jl. KH Wahid Hasyim No. 73 – 73, Jakarta​ 10350​ yang mana pemaparannya akan dipaparkan oleh :

Materi dan Pembicara

Sesi Materi Pembicara
PERTAMA Pentingnya jasa konstruksi sebagai pilar pembangunan perekonomian Indonesia
Pengantar hukum konstruksi di Indonesia, UU Jasa Konstruksi di Indonesia (konstruksi umum, perbandingan dengan negara-negara di Indonesia)
Ir. H. Agus Gurlaya Kartasasmita, M.Sc, MT,. MH.
KEDUA Alternatif pembiayaan proyek jasa konstruksi
Penjaminan dalam proyek jasa konstruksi (peletakkan jaminan dan eksekusi)
Aris Swantoro, SH, M.KN
KETIGA Penyelesaian sengketa pembiayaan proyek jasa konstruksi (pengajuan PKPU / pailit ; perselisihan di Bada Arbitrase Nasional Indonesia) Sri Redjeki Slamet, SH, MH

Nilai investasi bagi tiap peserta yang hadir sebesar :
Rp 2.800.000,- untuk umum
Rp 2.550.000,- untuk advokat (dibuktikan dengan Kartu Tanda Advokat)
Rp 2.300.000,- untuk akademisi (dibuktikan dengan Kartu Tanda Akademisi)

Dapatkan harga Early Bird (Bayar dan daftar sampai 06 Juli 2018) :

  • DISCOUNT 20% – pembelian satuan (voucher tidak berlaku)
  • BUY 2 GET 3 – pembelian berlaku untuk 3 orang (voucher tidak berlaku)

Para peserta mendapatkan : sertifikat, seminar kit, modul dalam bentuk soft copy dan hard copy, coffe break, dan lunch.

Pendaftaran dan pembayaran paling lambat Kamis, 06 Juli 2018 disetor melalui :

  • Bank BTN, Cabang Cikini No. Rekening: 00054 01 30 0000 595; Atas Nama: Pusat Pengembangan Hukum dan Bisnis Indonesia.
  • Bank UOB, Cabang Mangga Dua, No. Rekening: 412 300 5087; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.
  • Bank BCA, Cabang Sentral Cikini No. Rekening: 878 020 2298; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.

Please login to continue registration!