Loading Events
  • This event has passed.

Dunia saat ini sudah tidak dapat memisahkan mana koridor dunia maya, mana koridor dunia nyata. Ya, kehadiran teknologi 2 dekade yang lalu mememberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan sosial di masyarakat : komunikasi tanpa batas, inovasi semakin berkembang dan pada akhirnya, aturan-aturan dimasyarakat pun sedang diuji elatisitasnya. Mampukah berkembang sesuai dengan zaman? atau akan stagnan dan menjadi tidak relevan?

Seperti halnya pembuktian, sebagai suatu rangkaian proses pemeriksaan di persidangan. Dalam hal proses pembuktian menjadi suatu bagian yang penting dalam menentukan keputusan hakim pada suatu perkara; maka ketika pembuktian tersebut dikemas dalam suatu produk elektronik, yang disebabkan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi eksisting. Hal ini seringkali dikenal dengan sebutan “Bukti Elektronik”. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaski Elektronik, secara yuridis memberikan framework atas bentuk alat bukti yang sah secara hukum. Namun apakah seluruh elemen masyarakat sudah siap? Apakah pebisnis juga sudah mumpuni untuk mengakomodir hal ini? Atau belum ada sinkronisasi, walaupun sudah hampir 1 dekade diundangkan?

Untuk itu, Pusat Pengembangan Hukum dan Bisnis Indonesia (PPHBI) menyelenggarakan Legal Short Course dengan tema “Aspek Legalitas atas Transaksi Elektronik dan Bukti Elektronik “  yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Desember 2017, pukul 09:30 – 17.30 WIB, di Hotel Mercure Jakarta Sabang, Jl. H. Agus Salim No. 11, Jakarta Pusat, yang mana pemaparannya akan dipaparkan oleh :

Materi dan Pembicara

Sesi Materi Pembicara
PERTAMA – UU ITE sebagai payung cyber law di Indonesia (aspek hukum perbedaan sebelum dan sesudah di revisi);
– Tanggung jawab hukum penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik;
– Tinjauan hukum transaksi elektronik dan kontrak elektronik dikaitkan dengan perkembangan e-commerce Indonesia.
Prof. Dr. I B R Supancana, SH, MH
KEDUA – Pembuktian dan alat bukti elektronik dalam UU ITE;
– Digital forensik dalam perspektif hukum Indonesia dan dunia;
– Jenis-jenis bukti elektronik.
Indonesia Cyber Law Community (ICLC)
KETIGA – Praktik pembuktian, pemberian keterangan ahli terkait bukti elektronik;
– Prosedur intersepsi dan penyadapan serta keabsahan alat bukti intersepsi;
– Cyber case.
Indonesia Cyber Law Community (ICLC)

Nilai investasi bagi tiap peserta yang hadir sebesar :
Rp 2.800.000,- untuk umum
Rp 2.550.000,- untuk advokat (dibuktikan dengan Kartu Tanda Advokat)
Rp 2.300.000,- untuk akademisi (dibuktikan dengan Kartu Tanda Akademisi)

Dapatkan harga Early Bird (Bayar dan daftar sampai 08 Desember 2017) :

  • DISCOUNT 20% – pembelian satuan (voucher tidak berlaku)
  • BUY 2 GET 3 – pembelian berlaku untuk 3 orang (voucher tidak berlaku)

Para peserta mendapatkan : sertifikat, seminar kit, modul dalam bentuk soft copy dan hard copy, coffe break, dan lunch.

Pendaftaran dan pembayaran paling lambat Kamis, 14 Desember 2017 disetor melalui :

  • Bank BTN, Cabang Cikini No. Rekening: 00054 01 30 0000 595; Atas Nama: Pusat Pengembangan Hukum dan Bisnis Indonesia.
  • Bank UOB, Cabang Mangga Dua, No. Rekening: 412 300 5087; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.
  • Bank BCA, Cabang Sentral Cikini No. Rekening: 878 020 2298; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.

Please login to continue registration!