Loading Events

Pemahaman tentang penanganan perkara di pengadilan merupakan tugas penegak hukum, legal dalam perusahaan, akademisi dan berbagai jenis profesi hukum dan non hukum lainnya. Mengapa hampir seluruh elemen tersebut perlu tau? Sebab walau untuk berpraktek di pengadilan membutuhkan lisensi Peradi, namun nyatanya banyak profesi yang tetap membutuhkan pembekalan dasar tentang teknik penanganan perkara yang benar. Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan tersebut menyebabkan mudahnya masyarakat diombang ambing oleh “yang tahu hukum” sehingga akhirnya timbul pandangan negatif tentang penanganan perkara di pengadilan.

Bagi advokat, penanganan perkara di pengadilan hampir menjadi santapan sehari-hari. Banyak teori, implementasi yang menjadi perjalanan pemahaman. Namun, apakah itu cukup? Tidak, tanpa strategi, trik dan pedoman yang pasti seorang advokat akan mudah sekali jatuh pada strategi yang buruk sehingga merugikan klien pada akhirnya. Ya, penanganan perkara bukan hanya masalah skill, namun juga strategi.

Satu contoh strategi saja: memaksimalkan hukum acara sebagai strategi pemenangan kasus. Apa maksudnya? Legal Short Course PPHBI kali ini punya jawabannya. Tidak hanya itu, juga terdapat strategi-strategi lainnya.

Oleh sebab itu, Pusat Pengembangan Hukum dan Bisnis Indonesia (PPHBI) menyelenggarakan Legal Short Course dengan tema “Langkah Sukses Penyelesaian Sengketa Perdata di tingkat Pengadilan Negeri”  yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Februari 2019 pukul 09:00 – 17:45 WIB, di Ashley Hotel Jakarta Jl. KH. Wahid Hasyim 73-75 Menteng, Jakarta 10350 yang mana pemaparannya akan dipaparkan oleh :

Materi dan Pembicara

Sesi Materi Pembicara
PERTAMA -Pemahaman umum, teori, dan ketentuan Hukum Acara Perdata
-Praktik-praktik dan/atau tindakan-tindakan sebelum sidang: pemanggilan secara patut, tuntutan hak, undangan pertemuan,dan somatie
Michel A. Rako S.H.
KEDUA – Peran developer dalam mendirikan dan mengelola Sarusun (Tugas, tanggung jawab dan Hak)
– Konsepsi PPPSRS sebagai pengelola Sarusun (langkah pendirian tanggung jawab, kewenangan dan penghitungan biaya pengelolaan Sarusun)
– Hak dan tanggung jawab pemilik Sarusun terhadap unit, benda bersama, tanah bersama dan ruang bersama. (termasuk perpanjangan alas hak atas Sarusun)
Jecky Tengens, SH, M.Sc
KETIGA – Praktik-praktik hubungan hukum kepemilikan sarusun (PPJB, AJB, Hibah dan Jaminan)
– Syarat dan ketentuan pemecahan sertifikat oleh developer guna kepentingan pembuatan AJB (tugas dan tanggung jawab developer dalam memecah sertifikat Sarusun dan permasalahannya) serta akibat hukumnya.
– Peran serta Notaris dalam pengalihan hak atas Sarusun
Jecky Tengens, SH, M.Sc
KEEMPAT Potensi Sengketa dan Penyelesaian Sengketa Sarusun:
1. Tanggung jawab konstruksi
2. Berbagai bentuk sengketa antara penghuni dan pengelola (terutama dalam pemecahan sertifikat dan dampaknya bagi kedudukan hukum pemilik Sarusun)
3. Sengketa akibat gagalnya negosiasi perpanjangan alas hak atas sarusun. (HGB ataupun Hak Pengelolaan)
4. Developer terbukti tidak memiliki itikad baik dalam melepaskan pengelolaan atas sarusun
John Izaac Minotty Pattiwael, SH

Nilai investasi bagi tiap peserta yang hadir sebesar :
Rp 2.800.000,- untuk umum
Rp 2.550.000,- untuk Advokat (dibuktikan dengan Kartu Tanda Advokat)
Rp 2.300.000,- untuk Akademisi (dibuktikan dengan Kartu Tanda Akademisi)

Dapatkan harga Early Bird (bayar dan daftar sampai 15 Februari 2019) :

  • DISCOUNT 20% – pembelian satuan (voucher tidak berlaku)
  • BUY 2 GET 3 – pembelian berlaku untuk 3 orang (voucher tidak berlaku)

Para peserta mendapatkan : sertifikat, seminar kit, modul dalam bentuk soft copy dan hard copy, coffee break, dan lunch.

Pendaftaran dan pembayaran paling lambat Jumat tanggal 15 Februari 2019, disetor melalui :

  • Bank UOB, Cabang Mangga Dua, No. Rekening: 412 300 5087; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.
  • Bank BCA, Cabang Sentral Cikini No. Rekening: 878 020 2298; Atas Nama: PT PPHBI Indonesia.
WhatsApp WhatsApp us